Jumat, 03 Mei 2013

aku ,vas bunga rotan coklat dan bunga Edelweiss ku.

Kau menyebut dirimu bunga Edelweiss,
Awalnya aku seorang pendaki,
dalam perjalananku menuju puncak gunung Bawakaraeng aku melihatmu dari jauh,
namun tak pernah ada niat untuk memetikmu,
karena selain tempatmu tumbuh terlalu jauh dari tempatku berpijak saat itu,
aku juga berfikir akan kuletakkan dimana nanti jika kuakhiri petualanganku dan telah tiba di peraduanku,

Akhirnya akupun berlalu tanpa sedikitpun menoleh padamu,
setelah kumelangkahkan kakiku untuk segera pulang,
dikaki gunung Bawakaraeng kudapati seorang anak lelaki kecil penjual bunga Edelweiss,
Ia berlari kearahku,seolah-olah telah lama kenal denganku,
akupun menunggu kakinya berhenti tepat didepanku,
Ia memberiku sekuntum bunga Edelweiss sambil tersenyum dengan mimik muka yang amat sangat sayang untuk ditolak,
dengan rasa kasihan,kuraih Edelweiss dari tangan mungilnya,
belum juga kutanyakan namanya, dan memberinya sedikit uang sebagai pengganti bunganya,Ia segera berlari menjauh dariku
kupanggilnya sambil menunjukkan uang untuknya, namun Ia hanya tersenyum dengan penuh rasa puas,
sembari berkata " dia tak memerlukan uangmu Nona, dia hanya butuh kau tersenyum indah karena kehadirannya",
Aku tersentak dan kemudian tertegun sambil menikmati jejak kaki yang ditinggalkan anak lelaki kecil tadi,
dia hanya menginginkan senyumku?????
kutatap sekuntum bunga Edelweiss itu dengan penuh tanda tanya,darimanakah gerangan bunga ini?
mungkinkah dia bunga yang sama yang kulihat di puncak gunung kemarin?
akhirnya kubungkus tanyaku dalam hati seraya mengingat pesan si lelaki kecil tadi,
memberinya senyum terindahku,
senyum penuh rasa puas karena telah mendapatkan anugerah tanpa harus meraihnya dengan susah payah,
sejak saat itu,
Bunga Edelweiss ku selalu menemaniku kemanapun aku berada,
dia mendapat tempat khusus dalam kamarku,
ada Vas bunga yang trbuat dari rotan warna coklat yang sudah sangat usang buatan ayahku dulu,
aku menyandingkannya dengan buatan ayahku karena aku tahu bahwa vas bunga rotan coklat dan Edelweiss adalah lambang kesetiaan untukku,
dia akan betah tanpa harus kurawat tiap hari,
tanpa butuh kusiram dengan air,
jangan pernah beranjak jauh Edelweiss ku,
tetaplah disitu,,
bersama kenangan indahku,
karena aku ,vas bunga rotan coklat dan kamu adalah bukti kesederhanaan rasa yang akan abadi..

#teruntukmu Bunga Edelweiss ku, akan ada tempat khusus untukmu di hatiku

AKU RANTING KECIL YANG PATAH UNTUKMU


Aku mungkin bukan bunga yang terindah untukmu, sungguh tak pernah bermimpi untuk jadi bunga terindahmu,
karena aku bukan apa - apa,
Aku mungkin bukan pelangi yang indah dilangitmu setelah hujan  turun, sungguh tak pernah berharap menjadi pelangi untukmu,
karena masih aku bukan apa - apa,
Aku juga mungkin bukan seorang bidadari dari kayangan untukmu, karena sungguh terlalu naif untukku jika berkhayal jadi bidadarimu,
karena aku bukan siapa - siapa.
aku hanya ingin jadi ranting kecil yang patah di dalam hutan, yang bisa selalu setia berada di tanganmu jika kau punguti aku di antara semak belukar yang tanpa sengaja menghalangi jalanmu,
pungutlah aku,
aku rela kau jadikan kayu yang harus kau bakar sekalipun untuk sedikit menghangatkan tubuhmu dalam perjalanan kesendirianmu,
bahkan aku rela hangus sampai menjadi arang dan akhirnya menjadi abu, dan asap dari tubuhku mampu disaksikan oleh dunia bahwa aku akan ada sampai semua bagian dari tubuhku punah dan hancur untukmu.
akan kurayu embun di dedaunan, agar tak muncul dahulu, sebelum asap ku hilang di terpa angin, agar kau tahu bahwa aku pun menghilang karenamu,
akan kurayu matahari agar tak muncul dahulu, biar kau lama merasakan kehangatan yang kuberikan,walaupun itu tak akan lama,
karena aku tak punya sifat kekal, sayang
aku tak bisa merayu Tuhan untuk meneteskan kekekalanNYA padaku,
aku hanya ranting kecil yang patah,
yang bukan apa - apa ,
bukan siapa - siapa,
namun yang pasti aku menyayangimu lebih dari sayangnya pohon besar yang jadi tempat bernaungmu
karena dia tak rela hilang karenamu..
dia hanya mampu melihatmu, tanpa bisa kau punguti,
dan menempel ditanganmu,
dia tak mungkin mau membakar dirinya untuk jadi asap demi menghangatkanmu,
aku hanya ranting kecil yang patah untukmu

SAYA, TUHANKU DAN BILANGAN BINER


saya tertarik membahas hubunganku dengan Zat yang kupanggil dengan sebutan TUHAN dalam sebuah sistem bilangan yang dikenal dengan Bilangan Biner.
sebelumnya ijinkan saya menjelaskan mengenai Pengertian Bilangan Biner terlebih dahulu.Bilangan Biner atau binary atau binary digit (dapat disingkat menajdi bit) adalah salah satu jenis dari sistem bilangan yang ada. Bilangan Biner terdiri dari angka 0 dan 1. 
Bilangan Biner umum digunakan pada dunia komputasi. Komputer menggunakan Bilangan Biner agar bisa saling berkomunikasi antar komponen (hardware) maupun antar sesama komputer. Karena komputer hanya menggunakan bahasa mesin, yaitu apabila komputer mendapatkan sinyal listrik atau tegangan listrik (Volt), berarti bernilai 1. Apabila komputer tidak mendapatkan sinyal listrik atau tegangan listrik, berarti bernilai 0.

Bilangan Biner juga digunakan untuk berkomunikasi antar sesama komputer dalam suatu jaringan. Karena komputer hanya mengerti Bilangan Biner, maka komputer menstransmisikan sinyal-sinyal listrik ke perangkat jaringan untuk bisa berkomunikasi satu sama lain. Bilangan Biner sangat penting dalam menyusun suatu jaringan komputer. Untuk menyusun suatu IP Address, Bilangan Biner sangatlah diperlukan.
sekarang mari kita kembali ke hubunganku dengan TUHAN,
saya menyederhanakan penggambaran hubungan kami dengan hal yang sangat sederhana,
karena bagiku hubungan dalam kesederhanaan itu adalah hubungan yang dahsyat.
Bilangan Biner hanya mengenal dua angka yaitu 0 dan 1, diantara banyak bilangan ternyata hanya ada dua bilangan yang terpilih,
itulah sisi uniknya menurutku,seunik hubungan kami.
Diantara banyak ornamen di dunia ini maka yang aku pilih dalam tulisan ini hanya saya dan TUHAN.
sangat privacy...
saya adalah angka 0
dan TUHAN ku adalah angka 1,
jika saya tanpa TUHAN maka saya bukanlah apa-apa, tak berarti apa-apa, hanya sebuah angka 0 yang berarti kosong tak terisi sama sekali.
Namun jangan salah, jika saya bersama TUHAN ku, maka saya tak hanya sebagai angka 0 semata karena saya dan TUHAN = 0 + 1 = 1
angka 1 sudah tak berarti kosong kan?
angka satu berarti ada,
sama dengan bilangan biner dalam dunia komputasi, jika menunjukkan angka 1 berarti komputer mendapatkan sinyal listrik,
itulah yang kurasakan, kehadiran TUHAN bagiku adalah sinyal, sinyal yang lebih kuat dari sinyal listrik.
sinyal itu adalah power buatku, kekuatan yang maha besar, jika mampu kumaksimalkan maka dunia serasa berada dalam genggaman.
kita terbiasa menggunakan akal fikiran kita untuk hal-hal yang rumit,bahkan hubungan dengan TUHAN pun seakan - akan hal yang sangat rumit buat sebagian orang, padahal jika kita mau menyederhanakannya maka akan sangat sederhanalah jadinya.
semua makhluk ciptaaan TUHAN pun bisa disederhanakan dalam angka,
saya mengibaratkan kalian adalah sederetan angka, tiap kita punya angka sebagai nama, terserah mau angka berapa saja,
angka kalian adalah variable yang kalian dapat dari TUHAN,
misalkan angka ANDA adalah 2 , angka 2 berasal dari 1 + 1 berarti dalam angka ANDA akan selalu ada angka TUHAN yaitu 1,
selanjutnya untuk angka 3, angka 3 berasal dari 2 + 1 sama juga dengan 1 + 1 + 1, masih juga ada angka 1, dan masih juga ada TUHAN disana.
begitu seterusnya, berapapun angka ANDA maka disitu akan terletak angka TUHAN.
dari uraian tentang angka ini, saya hanya ingin mempertegas bahwa ANDA tak bisa lepas dari ZAT yang kalian panggil TUHAN itu.
berapapun ANDA, siapapun ANDA, TUHAN akan selalu ada untuk kita.
karena kita punya ZAT yang berasal dari DIA. Nah tugas kitalah mencari angka 1 dalam diri, mencari ZAT itu, mencari sesuatu yang telah dititipkan TUHAN untuk kita sebelum kita mendunia.
bukankah tujuan kita mendunia hanya untuk mencari angka 1 itu ?
bukankah dunia beserta isinya, dan semua cerita didalamnya hanyalah senda gurau belaka kata TUHAN ?
semua hanya ornamen pemanis kehidupan, yang terkadang mengaburkan tujuan kita sebenarnya.
DIA menciptakan dunia lengkap dengan isinya untuk menguji kita, seberapa teguh kita mempertahankan jalan kita menuju tujuan utama kita mendunia.
sungguh MAHA KUASA TUHAN atas segala yang diciptakanNYA.
bahagia rasanya menceritakan hubungan kami dalam angka sesederhana bilangan BINER,