Seringkali perempuan dipandang sebagai golongan kedua dalam segala bidang. Apa lagi dalam hal membela hak asasi manusia (HAM), membela hak sendiri saja masih dipertanyakan. Di era modern seperti ini bahkan masih ada juga perempuan-perempuan yang terkukung dengan aturan yang tak terlihat itu.
Seolah makhluk yang bernama perempuan hanya bisa dijadikan patung untuk bisa dinikmati makhluk laki-laki. Itu mungkin cara berpikir mereka tentang gambaran kontribusi seorang perempuan.
Namun jauh-jauh hari Islam telah memproklamirkan bagaimana peranan perempuan dalam kehidupan. Abu Hurairah radhiallahu ‘anh berkata:
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya:
“Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layan dengan sebaik-baiknya?”
Baginda menjawab: “Ibu kamu.”
Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”
Baginda menjawab: “Ibu kamu.”
Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”
Baginda menjawab: “Ibu kamu.”
Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”
Baginda menjawab: “Ayah kamu.”
Dari sini kita bisamelihat sejauh mana peranan seorang perempuan dalam menata setiap jenjang kehidupan dari pribadi, rumah tanga, masyarakat, Negara dan bahkan dunia. Jadi bukan suatu alasan untuk perempuan untuk berbuat lebih banyak.
Perempuan sangat identik dengan gossip. Dimana ada gosip disitu ada perempuan, tak bisa dipungkiri itu memang fakta. Namun jangan disama ratakan, yang tidak suka bergosip masih juga berstatus perempuan.
Seperti tiga perempuan ini, Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf, aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee, dan aktivis perempuan dari Yaman Tawakkul Karim. Ketiga mereka meraih hadiah Nobel Perdamaian 2011.
Tiga wanita yang mengabdikan diri bagi kampanye hak asasi manusia (HAM) dan diakhirinya kekerasan di Liberia dan Yaman. Perjuangan yang begitu lembutnya bagi keselamatan wanita dan hak wanita untuk berpartisipasi penuh dalam tugas pembangunan dan perdamaian. Bukan hanya asik dengan gossip yang makin digosok makin sip, tapi perdamaain dunia memperjuangkan HAM.
Inilah sejatinya jati diri wanita saat berbicara fakta.
“This is a victory for women rights everywhere in the world. What could be better then three women winning the prize?” (BBC News).
Ketua Komite Nobel, Thorbjoern Jagland berpesan, “Kita tidak bisa mencapai demokrasi dan perdamaian yang abadi di dunia kecuali perempuan memiliki kesempatan dengan pria dalam mempengaruhi pembangunan di semua tingkatan masyarakat.”
Perempuan bukan hanya racun dunia tapi bisa menjadi pelopor perubahan dunai yang sedang menderita sakit (krisis HAM).
Jadi wanita, aku bangga!
Seasonbet77
BalasHapusagen judi
agen bola
judi bola
agen sbobet
agen bola online
agen bola terpercaya
agen casino
ibcbet online
agen judi sbobet
agen judi ibcbet
agen bola ibcbet
agen judi online
agen casino online
judi online
agen judi terpercaya
agen sbobet terpercaya
bola online
agen bola sbobet
promo bonus
prediksi skor
agen ibcbet
agen 338a
agen 1scasino
agen asiapoker77
Prediksi Skor Sporting KC vs LA Galaxy 26 Oktober 2015