Selasa, 05 Maret 2013

Gunung Bukan Tempat sampah!

    Mendaki gunung memang kegiatan yang sangat menyenangkan bagi sebagian kalangan yang hoby melakukan petualangan di alam bebas. banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan kembali ke alam bebas, salah satunya terbebas dari hiruk pikuk kota metropolitan yang semakin tidak bersahabat. mulai dari pencemaran udara yang sudah tak terkendali, kesibukan selama bekerja, serta hal lain yang membuat kita gerah menghadapi gerlapnya kehidupan kota. namun dengan sedikit refresing dengan melakukan pendakian kita seakan kembali bersemangat menghadapi kehidupan secara normal. udara yang masih bersih dan pemandangan alam yang luar biasa dapat menghilangkan stres dan beban pikiran yang menghantui kita
    Namun saya merasa sangat miris dengan keadaan gunung sekarang ini. sampah ada dimana-mana. dan tentunya yang melakukan itu semua adalah kita yang mengaku diri adalah seorang PENCINTA ALAM DAN LINGKUNGAN. dimana sebenarnya letak kecintaan kita? ketika melihat gunung dan hutan dalam keadaan yang kotor dan kita seakan membiarkan hal itu terjadi. sampah plastik dimana-mana. mulai dari kaleng bekas minuman, kaleng bekas makanan instan, plastik mie instan, pembungkus permen, dan bahkan puntung rokok ada dimana-mana. bukan hanya sekali pendakian saya merasa sangat prihatin, bukan cuma satu gunung yang kondisinya seperti itu namun setiap kali mendaki di gunung yang berbeda saya menyaksikan pemandangan yang kurang menyenangkan. kemanakah kode etik kita? harusnya di gununglah teori kecintaan kita di aplikasikan dengan kesadaran diri sendiri untuk tidak lagi membuamg sampah sembarangan dan kalau perlu sampah itu kita bawa kembali kerumah.bukan malah di diamkan di situ, atau bahkan kita biasa membakarnya. bayangkan saja jika kita membakar sampah itu maka yang terjadi adalah pencemaran udara dan akibat yang terfatal ialah bisa menyebabkan kebakaran hutan
   Siapa saja berhak mendaki gunung. entah itu kalian yang memang sudah dari golongan pencinta alam maupun yang hanya ikut-ikutan untuk mencicipi keindahannya. namun perlu di ingat bahwasanya Satu hal yang perlu kita garis bawahi bahwa GUNUNG BUKANLAH TEMPAT SAMPAH! yah..gunung memang bukan tempat sampah yang setelah kita nikmati, telanjangi dan cicipi keindahan serta keelokannya lalu mengotorinya begitu saja.kepribadian sesungguhnya terbentuk ketika kita telah berada di alam bebas. berbuat baiklah terhadap alam maka alam akan baik terhadapmu. Laladt Mdpl
   

2 komentar:

  1. inilah fakta yang trjadi dalam kehidupan ini. Ketika segelintir orang mengatakan cinta alam namun, ternyata mereka adalah dalang dari kerusakan alam itu sendiri. Mungkin terlalu naif jika kita harus bilang saya anak pecinta alm sementara, apa yang kita lakukan tidak ubahnya seperti mesin pabrik yang menghabisi isi alam ini. sesuatu yang sangat mudah terjadi, lihatlah sekelilingmu kota dimana kita berpijak saat ini. Semua pohon dan taman di tebang kemudian di sulap menjadi sebuah bangunan mewah yang tak pernah memilki efek yang baik untuk manusia lainnya. Hanya segelintir manusia, yang ingin melihat alam ini kembali indah. Tapi, itu semua tinggal harapan semata. Gunung bukan lagi tempat sampah, melainkan gunung telah disulap menjadi sebuah komoditi untuk kebrlangsungan dan keberadaan bangunan mewah yang menjulang tinggi tapi tidak untuk semua manusia.....

    BalasHapus